Siapa Bilang Pacaran Haram ?.

Adalah suatu hal yang telah menyebar luas dikalangan masyarakat sebuah kebiasaan yang terlarang dalam islam namun sadar tak sadar telah menjadi suatu hal yang sangat sering kita lihat bahkan sebahagian orang menganggapnya adalah suatu hal yang boleh-boleh saja, kebiasan tersebut adalah apa yang disebut sebagai pacaran. Oleh karena itu maka penulis mencoba untuk memaparkan sedikit tinjauan islam tentang hal ini dengan harapan penulis dan pembaca sekalian dapat memahami bagaimana islam memandang pacaran serta kemudian dapat menjauhinya.[Siapa Bilang Pacaran Haram]

Hukum Jual Beli dengan Uang Muka (Down Payment)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu.[Hukum Jual Beli]

POLIGAMI DIHUJAT

Jawaban Rasional Bagi Para Penghujat Syariat Dan Sunnah Para Nabi : Poligami [poligami dihujat]

Pergaulan dalam Islam

Didalam agama islam pergaulan kita, baik sesama muslim maupun dengan non muslim dijelasakan dengan seksama oleh Taqiyuddin an-Nabhani. Pergaulan dengan wanita tak lupa diteranhkann. Baca lebih lanjut di  [tamabah]

Piagam Madinah dan Toleransi Beragama

Pada tahun 1973, cendekiawan Muslim, H. Zainal Abidin Ahmad (ZAA), menerbitkan bukunya yang berjudul Piagam Nabi Muhammad S.A.W.: Konstitusi Negara Tertulis Pertama di Dunia (Jakarta: Bulan Bintang, 1973). Dalam bukunya, ZAA banyak mengutip pendapat Prof. Hamidullah, seorang pakar manuskrip kuno. (Lihat juga, Muhammad Hamidullah, The Prophet’s Establishing a State and His Succession, (Pakistan Hijra Council, 1988 [baca selengkapnya disini]

Ilmu Waris

Perpecahan umat.

Topik utama yang harus dianggkat dan dibahas oleh para ahli ilmu dan para penuntut ilmu sekarang ini dalah masalah “perpecahan umat!” Mafhumnya, etiologi serta solusinya. Masalah ini sangat perlu diketahui segenap kaum muslimin, lebih-lebih bagi para penuntut ilmu. Apalagi di zaman sekarang ini kelompok-kelompok ahli bid’ah mulai mengembangkan sayapnya [baca selengkapnya disini]

Berbakti kepada Orang Tua

Berbakti kepada orang tua [baca selengkapnya disini] 

Akal dan Posisinya dalam Islam

Kedudukan akal dalam Islam menempati posisi yang sangat terhormat, melebihi agama-agama lain. Sebagai risalah Ilahiyyah terakhir, Islam mempersyaratkan kewajiban menjalankan agama bagi  orang yang berakal. Artinya, orang yang hilang akalnya tidak diwajibkan mengerjakan perintah atau menjauhi larangan-Nya (takÉlÊf).[baca selengkapnya]

Pendidikan Islam Membangun Manusia Berkarakter

Tujuan utama Pendidikan Islam, menurut Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, dalam bukunya, Islam and Secularism, (Kuala Lumpur, ISTAC, 1993), adalah untuk menghasilkan orang yang baik (to produce a good man). Kata al-Attas, “The aim of education in Islam is therefore to produce a goodman… the fundamental element inherent in the Islamic concept of education is the inculcation of adab.” (hal. 150-151).[baca selengkapnya disini]

Sistem-masyarakat-islam

Amma ba’du, sesungguhnya Islam telah memperhatikan masyarakat sebagaimana dia memperhatikan individu, karena masing-masing dari keduanya saling rnempengaruhi. Tidak lain masyarakat itu kecuali sekumpulan dari individu-individu yang terikat dengan ikatan tertentu, sehingga kebaikan individu juga berarti kebaikan masyarakat. Keberadaan individu dalam masyarakat bagaikan batu bata dalam sebuah bangunan, dan sebuah bangunan tidak akan baik apabila batu batanya rapuh. [baca selengkapnya disini]

Korupsi Ilmu

Nama lengkapnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah, disingkat menjadi HAMKA. Dia adalah seorang tokoh dan ulama yang sangat dihormati di berbagai dunia Islam. Lahir tanggal 17 Februari 1908, di desa kampung Molek, Meninjau, Sumatera Barat. Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau [baca selengkapnya disini]

Istighfar dan Taubat.

Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Besar karunia-Nya, shalawat serta salam kepada makhluk-Nya yang paling Mulia, pemimpin kita, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta keluarganya dan sahabatnya. Al-Hafiz Ibnu Rajab -semoga Allah merahmatinya- dalam pembukaan kitab-nya: “At-Takhwif minannar“ (Menumbuhkan rasa takut terhadap api neraka) menyatakan tentang sebab dia mengarang kitab tersebut : “Supaya -atas kehendak Allah- menjadi peghalang bagi jiwa dari kesesatan dan kerusakan, serta menjadi pendorong baginya untuk segera menggapai kesuksesan dan petunjuk. [baca selengkapnya disini]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.